1. HOME
  2. FINANCE
FINANCE

Tak Hanya Kaya, Menabung Juga Pangkal Bahagia

Pria dan wanita mengukur kebahagiaan dengan cara yang sama yaitu melalui sumber keuangan mereka.

By Azalia Amadea 30 Januari 2016 17:09
Ilustrasi bahagia menabung (Foto: tangentpursuit.com)

Money.id - Menurut penelitian bertajuk 'Employment and Well-Being' yang dilakukan Gallup World Poll, pria dan wanita cenderung menilai kebahagiaan mereka dengan cara yang sama. 

Meski uang tidak selalu dianggap bisa meningkatkan kebahagiaan, tetapi memiliki tabungan bisa menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Dilansir laman The Guardian, Sabtu 30 Januari 2016, dalam penelitiannya, Gallup melakukan wawancara terhadap 1,5 juta orang di 150 negara mulai tahun 2006. Gallup menggunakan dua ukuran kesejahteraan, yaitu subjektif dan objektif yang meliputi pekerjaan, kesehatan dan pendapatan.

Gallup mendefinisikan positif dengan pertanyaan-pertanyaan berikut: Apakah Anda tertawa dan tersenyum? Apakah istirahat Anda merasa cukup? Apakah Anda merasa dihormati? Apakah Anda melakukan sesuatu yang menyenangkan kemarin? Sedangkan pengalaman negatif diukur dengan menanyakan: Apakah Anda merasa sedih, marah, khawatir, sakit hati dan stres?

Peneliti juga meminta responden untuk mengevaluasi kehidupan mereka lima tahun dari sekarang dan apakah mereka menemui pengalaman negatif atau positif sehari-hari.

"Sementara ukuran subjektif memberikan sudut tambahan untuk indikator ekonomi tradisional untuk membantu kami benar-benar memahami apa yang membuat orang bahagia," kata Neli Esipova, direktur riset regional Gallup.

Hasilnya cukup mengejutkan. Disebutkan bahwa pria dan wanita mengukur kebahagiaan dengan cara yang sama. Kecuali di Timur Tengah dan Afrika Utara, dimana wanita mengukur kebahagiaan sedikit lebih tinggi dari pria. Denmark, yang digambarkan sebagai kelompok negara maju dengan harapan hidup dan pendapatan yang tinggi, adalah negara yang paling bahagia.

Negara terkaya tidak selalu di atas dan negara-negara termiskin tidak selalu di bagian bawah. Guatemala, misalnya, adalah salah satu negara termiskin di dunia, namun menduduki posisi ketiga pada Positive Experience Index.

Wanita mengalami emosi lebih negatif daripada pria, dengan wanita di negara-negara bekas Uni Soviet melaporkan pengalaman yang paling negatif. Esipova melihat kesehatan, pengangguran, korupsi dan keselamatan sebagai pendorong potensial: "Di setiap negara, wanita merasa kurang aman dan lebih rentan daripada laki-laki, itulah mengapa jasa keuangan formal sangat penting bagi wanita."

Data tersebut juga meneliti bagaimana kerja mempengaruhi kebahagiaan. Di negara-negara maju dan sangat maju, pekerjaan penuh waktu meningkatkan kebahagiaan. Di negara-negara berkembang, kebanyakan mendapatkan gaji yang sedikit, sehingga bekerja penuh waktu tidak membuat mereka bahagia.

"Bahkan jika Anda bekerja penuh waktu, Anda masih kekurangan akses terhadap air dan pendidikan yang baik bagi anak-anak Anda. Ditambah rentan terhadap kejahatan dan infrastruktur yang buruk," kata Esipova.

Sekitar 53 persen dari wanita dewasa di seluruh dunia bekerja dibandingkan 75 persen pria. Juga, 17 persen wanita bekerja paruh waktu dan tidak ingin bekerja penuh waktu.

Yang mengejutkan tabungan dianggap sebagai saluran untuk kebahagiaan. Selain kerja, menabung membuat orang-orang lebih bahagia secara signifikan.

"Memiliki tempat yang aman untuk menyimpan uang memberikan jaminan terhadap risiko tak terduga dan melihat diri Anda mencapai tujuan keuangan mungkin membuat Anda sangat senang, " kata Leora Klapper, ekonom utama dalam kelompok penelitian dan pengembangan di Bank Dunia.

Dia menambahkan bahwa memiliki rekening di bank meningkatkan keamanan, privasi dan kontrol atas uang, terutama bagi wanita. "Data menunjukkan wanita yang memiliki rekening meningkatkan pemberdayaan mereka atas keputusan rumah tangga dan bagaimana uang dibelanjakan. Penelitian yang menarik dari Kenya juga menunjukkan bahwa kebahagiaan juga berasal dari peningkatan belanja keluarga untuk makanan bergizi."

Sementara hubungan antara tabungan dan kebahagiaan adalah hal yang menggembirakan, yang menjadi tantangan sekarang adalah wanita cenderung kurang memiliki rekening tabungan dibandingkan pria. (dhi)

 

(aa/aa)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Finance Section