1. HOME
    2. INSPIRATORY
INSPIRATIF

Jaket Anti Mengantuk Karya Mahasiswa Unibraw Berjaya di Malaysia

Jaket ini menggunakan sensor pembaca denyut nadi pengemudi. Kalau mengantuk alarm langsung menyala.

By Rohimat Nurbaya 17 Mei 2016 11:39
Mahasiswa Indonesia membuat jaket anti mengantuk (Merdeka.com)

Money.id - Pelajar Indonesia kembali harumkan nama bangsa di kancah Dunia. Kali ini, kabar baik itu datang dari mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. 

Mereka berhasil meraih medali emas dalam ajang The 3rd International Innovation Design and Articulation (i-IDeA) 2016 di Malaysia. Ajang tersebut digelar di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Perlis, Malaysia pada 27-29 April 2016

Dikutip dari laman Merdeka.com, mereka memperkenalkan jaket anti mengantuk yang diberi nama SIJAR (Smart Android Jacket for Safety Riding and Relaxation). Karya tersebut mampu menyita perhatian seluruh dunia.

Tim SIJAR yang terdiri dari lima orang. Dalam ajang tersebut, mereka mengikuti kelas C untuk tingkat mahasiswa dan sederajat berhasil. Deretan mahasiswa Indonesia itu berhasil menyisihkan 105 tim dari tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

"Pada kategori ini ada lima tim yang mendapatkan gold medal termasuk kami. Ahamdulillah tim kami satu-satunya tim dari Indonesia yang mendapatkan gold medal di semua kelas," kata Ketua Tim SIJAR Muhammad Nur Aziz.

Jaket anti mengantuk tersebut merupakan pengembangan dari Jaket SEJSAR (Smart Electric Jacket for Safety and Relaxation) yang telah dibuat sebelumnya. Fungsi utama jaket ini adalah untuk mencegah munculnya rasa kantuk bagi pengendara sepeda motor.

Prinsip kerja jaket ini menggunakan sensor yang membaca denyut nadi pengemudi. Saat berada di bawah batas parameter jumlah normal per menitnya, maka alarm yang ada di jaket akan berbunyi. Alarm berfungsi sebagai peringatan bahwa pengguna berada pada kondisi kantuk atau lelah.

Jaket tersebut sudah dilengkapi alat terapi listrik yang berhubungan langsung dengan kulit pengguna. Ketika alarm berbunyi, terapi listrik ini akan berfungsi. Namun ketika denyut nadi pengguna kembali normal, terapi listrik akan berhenti. Terapi listrik ini memberikan efek relaksasi agar sirkulasi pada tubuh berjalan normal kembali dan suplai oksigen menjadi maksimal.

Keunikan lain dari jaket ini adalah pemanfaatan energi panas tubuh untuk memenuhi energi listrik operasionalnya. Perbedaaan temperatur antara tubuh dengan lingkungan akan menghasilkan energi listrik melalui media termoelektrik.

"Namun untuk kompetisi ini, jaket SIJAR ditambahkan dua konsep baru yang menonjol, yakni penambahan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen dan penambahan aplikasi android," jelas Azis.

Azis menjelaskan, Oximeter ini berguna untuk mengetahui saturasi oksigen pengguna jaket. Ketika saturasi pengemudi tidak normal, dapat mengindikasikan pengguna berada pada kondisi kelelahan atau mengalami gangguan kantuk yang tidak normal.

Saturasi tidak normal berada di bawah 95 persen dan penggunanya dalam istilah medis memasuki kondisi Obstructive Sleep Apneu atau OSA.

Guna mempermudah untuk mengontrol, jaket anti mengantuk itu ditambahkan aplikasi android. Alat itu bisa dikendalikan melalui smartphone. Azis menyampaikan, selama pengujian, tim juri menyampaikan komentar positif atas inovasinya itu.

Namun mereka juga memberikan masukan agar lebih mengutamakan pengujian pada pengguna. Tim juga diminta agar data pengujian dikumpulkan menjadi sebuah statistik untuk menguatkan kegunaan alat.

"Ini sejalan dengan visi tim kami ke depan. Insya Allah saat ini kami sesering mungkin menguji kualitas dan kinerja alat," katanya.

Pengujian bertujuan agar nantinya tidak hanya keamanan jaket yang dioptimalkan, namun kenyamanan dan desain juga diutamakan. Tujuannya untuk mendukung upaya komersialisasi ke depannya.

"Alhamdulillah kami sangat bersyukur, tim mendapatkan hasil yang lebih dari ekspektasi kami. Awalnya kami hanya ingin mempromosikan alat agar diakui, namun akhirnya malah mendapatkan gold medal," ujar Azis.

Tim SIJAR sendiri terdiri dari, Muhammad Nur Azis mahasiswa teknik mesin, Azis Yasir N mahasiswa teknik mesin, Ahmad Fauzi mahasiswa Teknik Mesin, Novita Qurrota A mahasiswa kedokteran dan Nardo Golan mahasiswa teknik elektro.

Bersambung ke halaman berikutnya...

 

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Inspiratory Section