1. HOME
  2. INSPIRATORY
FASHION

Cuma Tamat SMA, Karlina Sukses Rintis Loony Beromzet Miliaran Rupiah

Lina mengakui semua yang dilakukannya selama ini adalah learning by doing.

By Dian Rosalina 6 Juni 2016 15:30
Salah satu Booth Loony (Money.id/Dian Rosa)

Money.id - Memiliki pendidikan yang tinggi bukan jaminan kesuksesan seseorang. Hal itu dibuktikan oleh Karlina, pemilik brand fashion lokal Loony.

Berangkat dari hobinya yang gemar melukis hingga mengoleksi boneka Barbie sejak kecil, wanita yang hangat disapa Lina ini mencoba merintis Loony sejak 2008 silam.

Walau tak ada basic di bidang fashion atau bisnis, lewat keisengannya mencoba bereksperimen melukis ke beberapa produk, ia memberanikan diri menjual hasil karya sepatu lukis pertamanya.

"Kebetulan aku tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jadi setelah selesai ujian, aku langsung ambil cat dan lain-lain untuk bereksperimen ke produk printing. Dari situ aku coba jual, ternyata banyak orderan, aku teruskan deh sampai sekarang," cerita Lina yang ditemui Money.id, Senin 6 Juni 2016, di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan.

Lina mengakui semua yang dilakukannya selama ini adalah learning by doing. Namun hal tersebut tidak menyulutkannya untuk membangun Loony lebih besar lagi. Hingga pada 2011 awal ia mengembangkan produk dengan mendesain sendiri apparel atau busana untuk perempuan dengan modal tak sampai Rp10 juta.

Lewat Loony yang berciri khas selalu menonjolkan warna-warna cerah ini, Lina ingin memperlihatkan sisi perempuan dari setiap desainnya. Ia mengatakan semua idenya berasal dari tren-tren yang ada di lingkungan para remaja zaman sekarang.

(Koleksi Baju Loony/Instagram)

"Aku masih ingat waktu pertama kali mengeluarkan koleksi apparel Loony itu adalah kaus dari warna-warna yang colorful dan tabrak warna. Agak berani memang, cuma lucunya itu terinspirasi dari minuman Slurpee yang diminum sama ABG labil pada waktu itu, haha," kata dia sambil tertawa.

Wanita kelahiran tahun 1990 ini mengungkapkan selama ini dia selalu mendesain baju dengan stok terbatas. Itu adalah salah satu marketing yang dilakukan oleh Loony menggaet pelanggan lebih banyak lagi.

"Kami selalu punya promo menarik setiap bulannya lewat Instagram Loony. Jadi tidak bisa ditebak deh. Kami juga suka memberikan kejutan untuk para pelanggan setia Loony, jadi itu lumayan seru juga," ujar Lina.

Harga produk yang ditawarkan Loony, memang cukup terjangkau. Mengingat target pasarnya adalah remaja usia SMP hingga awal umur 20 tahun, Lina membanderol mulai dari Rp35 ribu untuk aksesoris dan Rp80-350 ribu untuk koleksi baju Loony.

(Koleksi Baju-baju Desain Loony/Instagram)

Tak heran, dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah, Loony memiliki omzet hingga miliaran rupiah per bulannya. Bagi Lina yang hanya tamatan sekolah menengah, dia tidak merasa minderĀ karena pendidikannya tersebut.

Malah dia merasa bersyukur dan menjalani bisnisnya ini semaksimal mungkin. "Dalam menjalani bisnis ini aku tidak pernah memikirkan uangnya dulu, aku anggap itu bonus, aku jalani saja usaha dan passion aku semaksimal mungkin."

"Kalau masalah pendidikan, balik lagi ke personality orang itu sendiri. Kalau aku sekarang merasa sudah learning by doing dari apa yang aku jalani selama ini. Aku memang pernah gagal, tetapi sekarang pun masih proses untuk belajar," ujarnya. (poy)

Baca Juga

(dr/dr)

Related

Komentar

Recommended

What Next

More From Inspiratory Section