1. HOME
  2. INSPIRATORY
INSPIRATORY BISNIS

Kiprah Mojang Bandung di Dunia Fashion Internasional

Produk hand made Youlanda sudah dijual di Eropa dan Amerika, bahkan pernah dipakai personel band MAE.

By Rohimat Nurbaya 29 Desember 2015 08:00
Youlanda Nurul Iyazha (22) pengusaha Fashion asal Bandung (Youlanda)

Money.id - Bisnis pakaian merupakan salah satu usaha tidak pernah mati. Asal bisa membuat desain unik dan beda pasti bisa bertahan meski modal seadanya.

Hal tersebut dibuktikan Youlanda Nurul Iyazha (22), mojang asli Bandung tersebut memproduksi produk hand made berupa, tote bag, head ware (kupluk), dan kaus.

Youlanda mengaku produk fashion hasil rancangannya itu sudah dipasarkan hingga Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan kaus hasil rancangannya pernah dipakai, Rob Sweitzer keyboardist band asal negeri Paman Sam, MAE.

"Rob Sweitzer teman aku di Facebook, dulu saudara aku pernah jadi EO (Even Organizer) band itu (MAE) pas ada acara musik di Bandung," kata Youlanda saat berbincang dengan Money.id, beberapa waktu lalu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tas produk Youzha (Instagram)

Menurut dia, saat itu Sweitzer langsung membeli dua produk, satu untuk dipakainya sendiri, satu lagi hadiah untuk ibunya.

Sejak dibeli anak band asal Amerika Serikat itu Youzha -merek dagang milik Youlanda- semakin tenar terutama di media sosial dan kalangan pencinta musik.

Kemudian untuk penjualan ke Eropa biasanya Youlanda memanfaatkan kawannya yang tinggal di sana.

Dia juga getol memosting produknya di media sosial seperti Instagram dan Facebook guna memasarkan produknya di luar negeri.

"Temen aku kan kuliah di sana, bawa beberapa produk sampai akhirnya terjual dan menyebar ke beberapa negara di Eropa. Barang saya limited edition karena digambar sendiri, sebenarnya ini sih jual karya," ucap dia.

Biasanya Youlanda mengirim barang ke luar negeri biasanya menggunakan layanan EMS produk dari PT Pos Indonesia. Untuk biaya kirim biasanya ditanggung sendiri oleh konsumen.

Modal Rp3 Juta

Modal digunakan untuk merintis usaha tersebut tidak besar, hanya Rp3 juta. Uang tersebut didapat Youlanda dari hasil menabung. Tetapi kini omzetnya sudah mencapai Rp12 juta per bulan.

"Bagi saya uang segitu sangat besar ngumpulin dari uang jajan," ujarnya.

Produk yang dijual mojang Bandung kelahiran 12 Juli 1993 itu dipatok dengan harga Rp80 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung jenis produk dan kerumitan desain.

"Kalau ke luar negeri biasanya beda lagi harganya, luar negeri sama Indonesia pasti beda harganya," ujar dia.

Salah satu produk Youzha (Instagram)

Meski produknya sudah dijual ke luar negeri, saat ini Youlanda hanya mempekerjakan dua orang penjahit saja. Hal itu dilakukan untuk menghemat biaya produksi dan mempertahankan kualitas.

"Jadi kami buat bagaimana permintaan saja, karena kadang konsumen juga suka minta produk lama dibuat lagi. Jadi masuknya pre-order," kata Youlanda.

Tetapi, apabila permintaan sedang banyak, kadang dia mempekerjakan penjahit lepas namun dipilih yang sudah berpengalaman. Jaringan itu didapat dari ayahnya yang juga bergerak di bidang fashion.

"Setiap hari yang order tidak menentu jumlahnya berapa, jadi produksi setiap harinya tidak tentu," kata dia.

Bisa bersaing

Youlanda yakin produknya tersebut bisa bersaing di pasar internasional, apalagi segera diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dengan kebijakan tersebut akan mempermudah geraknya dalam memasarkan produk keluar negeri.

"Itu peluang kita supaya kita bisa mendunia berawal dari perdagangan bebas MEA," ucapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Produk Youzha (Instagram)

Saat ini yang terus dilakukannya adalah berinovasi dengan berbagai desain. Youlanda juga berusaha melengkapi keterampilan, tidak hanya dalam bidang desain saja.

Dia saat ini lebih mengasah keterampilan berbahasa Inggris dan bisnis.

Dia menargetkan buka toko di Bandung dan beberapa kota di Eropa, supaya impiannya menjual produk di seluruh dunia bisa terlaksana.

"Sebagai anak Indonesia harus lebih berinovasi dan menjaga kualitas produk buatan dalam negeri supaya bisa bersaing dengan pasar global," tutur dia. (poy)

(rn/rn)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Inspiratory Section