1. HOME
  2. DIGITAL
STARTUP

Sektor Wisata Indonesia Jadi Target Startup Asing

Indonesia diharapkan akan menerima 10 juta wisatawan internasional pada tahun 2016.

By Adhi 4 Januari 2016 14:01
Gili Lampu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (pasirpantai.com)

Money.id - Indonesia kembali jadi target "empuk" bagi penyedia para layanan pemasaran bisnis pariwisata online. Di tahun 2016, diprediksi akan semakin banyak startup asing yang akan berkecimpung di pasar tersebut, salah satunya adalah RedDoorz.

RedDdoorz menyediakan jaringan layanan yang dapat diakses oleh para pemilik penginapan, untuk mendapatkan bimbingan ahli dan bantuan agar dapat meningkatkan standar kualitas pelayanan yang ditawarkan, dan akan dipasarkan secara online melalui platform RedDoorz.

Dalam keterangannya, Amit Saberwal, selaku CEO & Founder RedDoorz, menyatakan bahwa startup besutannya itu akan berfokus mempromosikan daerah wisata di Indonesia kepada para wisatawan, khususnya yang berasal dari mancanegara.

Selain itu, Amit juga mengklaim bahwa layanannya bisa membantu standardisasi distribusi online dengan jaminan kualitas pelayanan di Indonesia.

"RedDoorz menyediakan sistem layanan kepada jaringan hotel dan penginapan di Indonesia untuk memperluas dan membangun bisnis yang kondusif guna memastikan kenyamanan wisatawan serta harga yang terjangkau," ujar Amit.

Di bawah layanan RedDoorz, properti hotel dan penginapan juga akan menerima bimbingan yang menyeluruh dan terpadu guna membangun bisnis yang kondusif dan mendapatkan peningkatan angka hunian.

"Jumlah wisatawan yang mengharapkan pengalaman menginap dengan kualitas pelayanan yang tinggi semakin meningkat dan para pemilik penginapan harus beradaptasi dengan menggunakan teknologi, media sosial, dan inovasi lainnya," ujar dia.

RedDoorz menyebut di tahun 2015 akan ada permintaan sangat besar untuk pelayanan yang berkualitas dari penginapan terjangkau.

Indonesia juga diharapkan akan menerima 10 juta wisatawan internasional pada tahun 2016, di mana tercatat ada lebih dari 251 juta tujuan wisata di 2015. (poy)

Suka Artikel Ini? Klik Like

(a/a)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Digital Section