1. HOME
  2. DIGITAL
DIGITAL

Cara Gunakan Mouse Dapat Tunjukkan Suasana Hati

Tahukah Anda, bagaimana cara Anda memakai Mouse secara tidak langsung itu bisa menunjukkan suasana hati Anda, loh!

By Dian Rosalina 2 Januari 2016 15:53
Ilustrasi Menggunakan Mouse (shutterstock.com)

Money.id - Bagi Anda seorang pekerja kantoran, komputer dan mouse tentu menjadi bagian dari pekerjaan yang tidak bisa dipisahkan. Hampir delapan hingga 12 jam dalam sehari Anda menggunakan alat tersebut.

Tahukah Anda, cara memakai mouse secara tidak langsung itu bisa menunjukkan suasana hati Anda, loh! Dikutip dari Telegraph, Sabtu 2 Januari 2016, ketika Anda membenturkan mouse di atas meja dengan keras biasanya wajar bila itu menunjukkan perasaan kesal dan stres.

Melihat gejala tersebut para peneliti di Brigham Young University, Utah, telah menemukan bahwa orang menggunakan mouse mereka berbeda-beda caranya. Tergantung pada suasana hati.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Jeffrey Jenkins, menunjukkan bahwa orang yang sedang marah lebih cenderung menggunakan mouse dengan cara menyentak-nyentakkannya secara tiba-tiba. Namun dalam gerakan yang lambat.

Orang-orang yang merasa frustasi, bingung atau sedih akan menggunakan mouse secara tidak tepat. Karena gerakan mouse tersebut cenderung cepat saat memindahkannya.

"Beberapa orang berpikir ketika mereka merasa frustasi pasti penggunaan mouse akan lebih cepat dari biasanya. Tapi nyatanya tidak," kata Jenkins.

Ia menguji teori dengan membuat sebuah tes kemarahan kepada subjek, lalu mulai melihat pergerakan mouse mereka. Subjek tersebut mulai gusar karena melihat tes yang loading-nya sengaja dilambatkan, kemudian mereka akan menjawab jawaban yang salah.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa subjek yang mendapatkan nilai yang buruk menandakan bahwa mereka memiliki kecerdasan yang rendah.

Jenkins berharap penelitiannya bisa digunakan oleh para pengembang aplikasi. Agar dapat digunakan untuk menginformasikan bagaimana orang berinteraksi dengan sebuah situs tertentu. Hal tersebut bisa membantu apakah pengguna merasa frustasi dengan konten situs itu atau tidak.

Bila mereka merasa frustasi dan lelah dengan konten yang ada, maka mereka akan segera meninggalkan laman situs tersebut.

"Dengan menggunakan teknologi ini, diharapkan para situs tidak lagi bodoh. Website tidak hanya menyajikan informasi, tetapi mereka bisa memahami yang situs tersebut sediakan sekaligus merasakannya," ujarnya. (ita)

(dr/dr)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Digital Section