1. HOME
  2. DIGITAL
CYBERCRIME

Daftar Tren Kejahatan Cyber di 2016

Para penjahat cyber juga akan lebih mengandalkan off-the-shelf malware.

By Adhi 4 Januari 2016 14:24
Ilustrasi hacker (thehackernews.com)

Money.id - Sebanyak 42 ahli kemanan Kaspersky Lab menerbitkan laporan prediksi tren kejahatan cyber di tahun 2016. Menurut mereka, di tahun 2016 Advanced Persistent Threats (APT) akan menghilang.

Namun, dunia maya akan menghadapi ancaman yang lebih berbahaya lagi dan bahkan semakin sulit untuk dideteksi dan ditelusuri asal-muasalnya.

Dalam prediksi 2016 ini, mereka mengungkapkan bahwa ancaman masih tetap ada, tetapi konsep 'Advanced' dan 'Persistent' akan hilang untuk mengurangi jejak yang tertinggal di sistem terinfeksi. Para penjahat cyber juga akan lebih mengandalkan off-the-shelf malware untuk meminimalkan biaya yang harus mereka keluarkan.

Berikut ini daftar prediksi kejahatan cyber di tahun 2016, yang diterbitkan Kaspersky Lab:

1. APT menghilang, diganti ancaman yang lebih berbahaya dan sulit terdeteksi. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa akan ada perubahan dramatis dalam struktur serta cara beroperasi dari APT.

2. Tindak kejahatan melalui smart TV dan/atau mesin pembuat kopi. Popularitas ransomware akan semakin meningkat dengan penggunaan Trojan perbankan dan diprediksi akan semakin meluas ke area yang baru seperti perangkat OS X, di mana perangkat ini kebanyakan dimiliki oleh para target yang dianggap kaya sehingga akan lebih menguntungkan penjahat siber. Selain itu perangkat mobile dan Internet-of-Things juga dijadikan target.

3. Model pembayaran terbaru. Sistem pembayaran alternatif seperti ApplePay dan AndroidPay, serta bursa saham akan menjadi target empuk bagi serangan cyber keuangan dan akan terus dikembangkan oleh para penjahat siber.

4. Membocorkan kehidupan pribadi. Pada 2015 kita melihat kenaikan jumlah DOXing, serangan berupa public shaming dan pemerasan. Semua orang mulai dari Hactivists hingga negara menggunakan strategi penyebarluasan foto-foto pribadi, informasi, daftar pelanggan, dan kode untuk mempermalukan target mereka. (ita)

Suka Artikel Ini? Klik Like

(a/a)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Digital Section