1. HOME
  2. INSPIRATORY
INSPIRATIF

Mongol Stres, Mantan Napi yang Kini Jadi Miliarder

"Kebanyakan orang tahu, kami orang Manado punya gengsi tinggi. Tapi kalau saya mau hidup di Jakarta dengan gengsi, saya bisa-bisa jadi 'jablay'."

By Stella Maris 19 November 2015 11:15
Mongol Stres (Bayu Herdianto/Kapanlagi).

Money.id - Perjalanan hidup komedian Mongol Stres penuh lika-liku. Dia benar-benar merasakan sukses dan menjadi jutawan selama empat tahun terakhir atau saat dirinya terjun ke dunia stand up comedy.

Mongol Stres punya nama lahir yaitu Roni Immanuel. Dia lahir di Manado pada 27 September 1978. Ya, Mongol pertama kali menginjakkan kaki di Ibu Kota pada 1998, karena ditawari sekolah pendeta gratis.

Selama berhari-hari menyeberangi sungai dengan menumpang kapal laut, Mongol akhirnya tiba di Jakarta dan tinggal di Tanjung Priok. Namun sayang, orang yang menjanjikan sekolah pendeta itu malah kabur dan tak kembali.

"Saya tunggu kepastian sekolah, ternyata orang yang ngejanjiin saya bilang pendaftaran udah telat. Nggak jadi. Dia lalu bilang mau ke Bandung tapi malah nggak balik lagi, sampai akhirnya saya diusir dari tempat penampungan itu," kata Mongol saat berbincang dengan Money.id, Kamis 19 November 2015.

Sambil membawa koper besarnya dan bermodal uang Rp100 ribu, Mongol mencoba bertahan hidup di Jakarta. Mongol jadi gelandangan? Ya, dia sempat tidur di emperan toko Sarinah. Itulah sepenggal perjuangan Mongol, namun belum berakhir.

"Kebanyakan orang tahu, kami orang Manado punya gengsi tinggi. Tapi kalau saya mau hidup di Jakarta dengan gengsi, saya bisa-bisa jadi 'jablay'. Makanya saya langsung cari kerja apa aja, dan semuanya saya masih ingat betul."

Pria yang doyan bicara blak-blakan itu mengaku, krisis moneter yang melanda Jakarta mempersempit peluangnya mendapatkan pekerjaan. Namun tanpa pikir panjang, Mongol memutuskan melakoni tiga profesi berbeda dalam satu hari.

Mulai dari kerja di restoran padang di kawasan Menteng pukul 09.00-16.00 dilanjutkan menjual tiga koran harian besar di sekitaran Tugu Tani. Lalu malam harinya, membantu menjual pecel lele di Jalan Sunda, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kalo dikumpulin bisa sampai Rp800 ribu dan pekerjaan itu meringankan (beban hidup) Mongol, jadi saya bisa ngekost di Manggarai, bulanannya Rp200 ribu ditambah uang sampah dan keamanan Rp20 ribu," kata ayah satu anak itu.

Bikin Manajemen Artis
Seiring proses kehidupan yang terus berjalan, Mongol mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, di Pasar Baru. Dia bekerja sebagai marketing dan tak lama jabatannya naik menjadi senior marketing.

Gajinya sebagai marketing tentu dua kali lipat dari tiga profesi yang dilakoni sebelumnya. "Jadi marketing gaji saya Rp1,2 juta naik jabatan jadi Rp1,6 juta. Sangat bersyukur, jabatan itu besar biat saya nggak punya latar belakang pendidikan dibidangnya," ujar pria bertubuh kekar itu.

Seakan orang yang harus ilmu, Mongol ternyata rajin mendengarkan kisah orang-orang sukses dalam sebuah acara entrepreneur di Kemayoran. Selama di Jakarta, Mongol berkenalan berkenalan dengan beberapa teman dari Manado.

Sekitar tahu 2000-an, dia ditawarkan mendirikan manajemen artis bernama Creative Manajemen. Sebut saja Gleen Alinskie dan Aldi Fairus, serta beberapa artis lain berada di bawah payung manajemennya.

Bersambung...

Suka Artikel Ini? KLIK LIKE

Baca Juga

(sm/sm)

Related

Komentar

Recommended

What Next

More From Inspiratory Section