1. HOME
    2. NEWS
ROKOK

Pemerintah Angkat Bicara Soal Rokok Naik Jadi Rp50 Ribu per Bungkus

By Rohimat Nurbaya 23 Agustus 2016 08:35
Rokok di Indonesia Mahal

Sementara itu, Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, kenaikan harga rokok ini masih akan dikaji melalui kenaikan tarif cukai. Di antaranya adalah kesehatan hingga dampak bagi pedagang.  

"Rp50 ribu itu naiknya sekitar 365 persen. Kita mesti harus perhatikan semua. Saya kira semua harus kita perhatikan faktornya banyak," tutur Heru.

Menurut dia, pertama concern mengenai kesehatan, kemudian industri rokok, kemudian distributor, pedagang, dan masyarakat itu sendiri. "Itu jumlahnya kalau ditotal dari supply chain lagi sekira 6 juta itu datanya dari beberapa sumber," kata Heru

Dia memastikan, memang saat ini harga nominal rokok di Indonesia yang terendah di dunia. Hanya saja, apabila dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dan pendapatan per kapita masyarakat, maka harga rokok di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia.

"Nominal Indonesia itu harga rokok memang relatif lebih rendah dari Singapura atau negara maju lain, tapi kalau kita bandingkan dengan relatif terhadap PDB masyarakat Indonesia per kapita per hari, maka sebenarnya harga jual satu batang rokok kita itu termasuk yang tertinggi," ucap dia.

Heru memastikan, harga harus relatif dibanding kemampuan daya beli. Kata dia, cara menghitungnya Produk Domestik Bruto per kapita per harin kemudian dibanding dengan harga rokok per batangnya berapa.

Kata dia, harga rokok di Indonesia itu 0,8 persen dari PDB per kapita per hari. Sementara di negara2 Jepang itu 0,2 persen. Artinya harga rokok kita relatif lebih mahal kalau dikaitkan dengan PDB di tanah air.

"Nah itu ternyata datanya menunjukkan bahwa harga jual rokok Indonesia relatif lebih mahal dari bahkan Singapura dan Jepang, ujar Heru.

Namun, meski demikian Heru memastikan, pemerintah bukan berarti memihak salah satu golongan. Dalam hal ini, pemerintah akan bersifat senetral mungkin dalam perumusan kebijakan ini.

"Semua harus diperhatikan. Apakah yang peduli kesehatan dan yang peduli industri rokok. Memang nominalnya lebih murah dibandingkan negara-negara maju. Tapi harus kita ingat semua itu kan dikendalikan juga dari daya beli," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya....Pemerintah Tidak Akan Terburu-buru

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From News Section