1. HOME
    2. INSPIRATORY
SOSOK INSPIRATIF

Sempat Ditolak 35 Perusahaan, Kini Daniel Jadi Kaya Raya

Kan jadi salah satu pendiri CruiseAutomation, sebuah startup yang dibeli General Motors pada Maret lalu.

By Rohimat Nurbaya 2 Mei 2016 07:07
Daniel Kan (Kiri) (Enterpreneur)

Money.id - Saat baru lulus pada 2009 dari Claremont McKenna College, pengusaha bernama Daniel Kan (29), sempat ditolak 35 perusahaan. Hanya ada dua perusahaan yang mau menerimanya.

"Saya ingat jelas ketika saya lulus, saya akan bekerja di bidang keuangan. Saya bayangkan 'Oh inilah jalannya. Semua orang masuk ke bidang keuangan dan membuat banyak uang'," kata Kan dikutip dari Entrepreneur.

Dengan tangan penuh penolakan dari dunia keuangan, Kan memiliki dua peluang: mengajar Bahasa Inggris di Korea atau bekerja di sebuah startup bernama UserVoice di San Francisco. UserVoice adalah sebuah platform yang membantu perusahaan mengumpulkan umpan balik pengguna. "Saya memilih startup," kata Kan.

Tujuh tahun kemudian, Kan jadi salah satu pendiri CruiseAutomation, sebuah startup yang dibeli General Motors pada Maret lalu sebesar US$1 miliar atau setara Rp13,1 triliun dalam bentuk tunai dan saham.

Jadi bagaimana lulusan perguruan tinggi yang ingin masuk dunia keuangan ini menjadi pendiri salah satu startup terpanas di Silicon Valley?

Kan dibesarkan di sebuah keluarga entrepreneur. Ibunya memulai usaha real estate dan broker sendiri di Seattle pada 1990-an. Saat itu Kan adalah seorang anak berusia sekitar 10 tahun, sebelum Google Maps muncul.

Untuk membantu bisnis ibunya, Kan dan saudara-saudaranya akan memindai dan membuat foto kopi dari buku-buku peta raksasa, menggabungkannya dan membuatkan rute rumah-rumah untuk ibunya.

Saudara Kan, Justin, juga seorang entrepreneur. Dia kembali ke San Francisco setelah lulus kuliah dan mendirikan platform video online Justin.tv pada 2006 yang kemudian berubah menjadi Twitch.

Di sepanjang hidupnya, Kan menganggap keluarganya sebagai sumber inspirasi dan dukungan. Bahkan sekarang setelah menjadi jutawan, Kan tetap tinggal bersama saudaranya .

"Saya tidak akan berada di sini tanpa saudara saya atau orang lain di Twitch. Itu mungkin hal yang paling penting," katanya.

"Bukan hanya memiliki ide atau mengeksekusi ide - ini semua tentang hubungan yang Anda miliki dan orang-orang yang Anda kenal dan yang mendukung Anda." 

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Inspiratory Section