1. HOME
  2. INSPIRATORY
FASHION

Awali Bisnis dengan Kakak hingga Rekrut Tetangga

"Kata teman-teman kakak sepatunya unik gitu. Karena responsnya lumayan bagus, akhirnya kenapa tidak sekalian kita buat bisnis saja," kata Dina

By Dian Rosalina 3 Desember 2015 13:44
Andina Nabila Irvani dengan Sepatu Lukisnya (money.id/Dwi)

Money.id - Berbisnis adalah suatu usaha dalam memperoleh pendapatan dengan cara menjual jasa atau barang. Banyak para anak muda yang mulai merambah dunia bisnis sebagai sebuah profesi. Sebut saja salah satunya desainer sepatu lukis Slight, Andina Nabila.

Andina mengawali bisnisnya dari sekadar iseng membuatkan sepasang sepatu lukis karena permintaan kakaknya.

Setelah kakaknya menggunakan sepatu tersebut, banyak yang berkomentar bahwa desain sepatunya tersebut unik dan beda dari yang lain.

"Kata teman-teman kakak sepatunya unik gitu. Karena responsnya lumayan bagus, akhirnya kenapa tidak sekalian kita buat bisnis saja," kata Dina yang ditemui Money.id di kediamannya di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis, 3 Desember 2015.

Bermodalkan Rp1 juta dari kedua orang tuanya, Andina dan sang kakak, Nerrisa membeli bahan baku untuk memulai bisnisnya tersebut.

Saat itu Dina membeli segala macam bahan yang diperlukan untuk produksi mulai dari satu lusin sepatu kets berbahan kanvas, cat untuk melukis, dan alat lukis.

"Waktu itu aku belinya memang sengaja model kets dari bahan kanvas biar mudah di lukis. Soalnya waktu itu memang diperuntukan untuk anak-anak muda yang masih sekolah atau kuliah.

Warnanya pun lebih berani, seperti kuning, merah dan warna terang lainnya," ujar wanita yang baru saja menikah beberapa waktu lalu ini.

Dari bisnis tersebut banyak teman-teman Andina yang ikut membantu dan memperluas jangkauan bisnisnya.

Seperti temannya yang bisa membuat website gratis atau yang ikut bantu-bantu melukis sepatu. Blog yang dibuat oleh temannya tersebut, toko sepatu lukis Andina, Slight mulai dikenal tidak hanya di Jakarta saja, tetapi di seluruh Indonesia.

"Selain membuat blog, kita berdua mulai ajak teman-teman untuk bergabung. Yang bisa melukis, bisa bantu-bantu juga. Tetapi itu awal-awal saja, lama kelamaan mereka akhirnya juga punya kesibukan masing-masing karena masih kuliah," ucap Dina.

Meski waktu merintis bisnis tersebut Dina dan Icha merasa lelah karena harus membagi waktu antara kuliah dan bisnis, tetapi mereka berdua bekerja keras untuk terus mempertahankan Slight.

"Dua bulan awal, kita memang berdua saja tanpa bantuan. Kita yang menjual sendiri, kita juga mendesain sendiri gambar-gambarnya. Capek sih, karena sambil kuliah juga. Tetapi karena kita semangat jalaninnya jadi enjoy kok," cerita wanita 25 tahun tersebut.

Pelukis baru

Karena permintaan terhadap sepatu kian banyak berdatangan dari konsumen, mau tak mau Dina harus merekrut lagi karyawan baru.

Termasuk pelukis sepatunya. Tidak lama dipegang oleh teman-teman Dina, akhirnya ia merekrut beberapa tetangganya yang menyukai seni muralis untuk menjadi pelukisnya.

"Aku coba untuk merekrut tetangga-tetangga sekitar rumahku. Kebetulan juga di belakang rumah adalah perkampungan orang Betawi. Banyak di antara mereka bisa melukis. Bedanya mereka sering melukis di tembok, alias muralis," kata Dina.

Uniknya, tidak satu pun dari pelukis yang direkrut sarjana desain ini adalah perempuan. Mereka adalah laki-laki yang biasa melukis graffiti dengan pilox-pilox. Ia mengaku memang agak sulit bagi pelukis barunya untuk beradaptasi dengan media sepatu.

"Agak sulit memang, karena biasanya mereka gambar di tembok atau di kertas. Kalau sepatu kan bentuknya melengkung, dan cenderung kecil medianya. Tetapi setelah dilatih setiap hari akhirnya mereka terbiasa dengan sendirinya kok," ucapnya.

Kini setelah memiliki dua pelukis, produksi Slight lebih banyak dan lebih cepat pengerjaannya.

Dulu untuk satu kali produksi yang hanya dipegang Dina, sehari hanya bisa tiga sepatu yang selesai dibuat.

"Kalau sekarang satu orang pelukis bisa mengerjakan enam sampai 10 sepatu, tergantung tingkat kesulitannya. Motif yang mudah-mudah saja seperti garis biasanya cepat, cuma sehari aja. Tetapi kalau sudah mendetail memang lebih lama. Apalagi kita juga pakai bahan berlian sintetis dan brukat," kata dia. (poy)

(dr/dr)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Inspiratory Section