1. HOME
    2. FRESH
FRESH

6 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Gangguan Bipolar

Faktor genetik dan kimia juga diperkirakan memicu munculnya gangguan bipolar.

By Rizki Astuti 13 Februari 2016 15:53
Gejala Bipolar (treat-depression.com)

Money.id - Gangguan bipolar sering disalahartikan oleh mereka yang tak mengalaminya. Pada dasarnya gangguan bipolar bukan hanya tentang memiliki suasana hati yang berubah-ubah.

Kondisi kesehatan mental ini sebelumnya dikenal sebagai manik depresif yang memengaruhi suasana hati seseorang dan menyebabkan mereka mengalami periode mania dan periode depresi.

Dikutip dalam laman HuffingtonPost, Sabtu 13 Februari 2016, waktu yang diperlukan bagi seseorang untuk beralih di antara dua keadaan ini bervariasi dari orang ke orang. 

Meskipun para ahli medis belum menemukan penyebab pasti gangguan bipolar, namun diperkirakan ada beberapa hal dapat memicu kondisi ini, seperti stres ekstrem atau terjadinya perubahan peristiwa dalam kehidupan yang besar. Faktor genetik dan kimia juga diduga memiliki pengaruh munculnya gangguan bipolar.

Selanjutnya yang harus diketahui ada enam hal tentang gangguan bipolar dari orang-orang yang mengaku menderitanya.

1. Bukan Karakter Jekyll and Hyde
Sharon Sutton merasa frustrasi dengan referensi budaya yang tidak akurat yang menghubungkan gangguan bipolar dengan Novel Jekyll and Hyde karya Robert Louis Stevenson.

"Aku bukan seperti karakter Jekyll and Hyde. Itu bukan sifatku tapi terkadang gangguan bipolar muncul di hadapan orang-orang karena itu yang terjadi padaku. Itu bukan aku sebagai pribadi, itu adalah bipolar," kata Sutton.

2. Stigma Negatif
Seorang gadis muda bernama Zoe mengatakan dia tidak ingin mengungkapkan nama belakangnya karena dia khawatir hal itu akan mempengaruhi prospek pekerjaannya.

Dia mengatakan bahwa orang tidak mengerti kalau gangguan bipolar bukan pilihan. "Anda tidak bisa begitu saja keluar dari kondisi itu. Beberapa orang tampaknya benar-benar tidak memahami bagaimana bipolar bisa membuat hidup menderita dan berpikir aku bisa mengabaikannya begitu saja," katanya.

3. Hal Positif
Meskipun ada stigma negatif tentang gangguan bipolar, kadang kondisi ini dianggap sebagai hal positif oleh penderitanya. "Ketika saya didiagnosis dengan gangguan bipolar pada 2010, saya merasa lega. Saya pernah sangat sakit selama hampir 15 tahun. Akhirnya memiliki jawaban yang tampak seperti hadiah dari para dewa," kata Hazel Butler.

 

Next: Reaksi terkadang diskriminatif

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Fresh Section