1. HOME
  2. FINANCE
REKSA DANA

Tertarik Ikut Reksa Dana, Pahami Dulu Jenis-jenis Transaksinya

Transaksi pada reksa dana secara umum terbagi atas tiga jenis.

By Desy Afrianti 17 Maret 2016 12:32
Ilustrasi reksa dana (andri.id/BEI)

Money.id - Reksa dana merupakan salah satu investasi yang direkomedasikan. Reksa dana bisa dibilang investasi paling menguntungkan karena bunganya lebih tinggi dibanding deposito.

Namun, reksa dana masih awam di masyarakat Indonesia. Tidak semua orang mengetahui dengan baik tentang reksa dana. Kebanyakan mereka ragu untuk menaruh dananya di reksa dana karena tidak mengerti cara bertransaksi reksa dana.

Karena itu, bila seseorang berminat investasi pada reksa dana, tentunya perlu mengetahui jenis-jenis transaksi yang dilakukan pada instrumen investasi ini. Transaksi pada reksa dana secara umum terbagi atas tiga jenis.

1. Transaksi pembelian
Transaksi pembelian pada reksa dana terbagi menjadi beberapa jenis. Pertama, transaksi pembelian (subscription) yang dilakukan saat pertama kali membuka akun reksa dana atau biasa disebut (open account).

Jumlah pembelian minimal reksa dana pada setiap manajer investasi pun berbeda, oleh karena itu. Kedua hal tersebut perlu diperhatikan sebagai bahan pertimbangan investor sebelum berinvestasi pada reksa dana.

Transaksi kedua adalah transaksi penambahan (top up). Transaksi ini terjadi apabila investor ingin menambah investasinya pada reksa dana yang sama. Transaksi top up dapat dilakukan kapan saja.

Untuk jumlah nominal top up-nya sesuai dengan ketentuan reksa dana tersebut. Ada reksa dana yang menetapkan minimum top up sama dengan minimum subscription. Ada pula yang menetapkan minimum lebih besar dari subscription awal.

Transaksi ketiga adalah autodebet. Transaksi autodebet merupakan transaksi top up reksa dana dengan memotong dana di tabungan secara otomatis setiap bulannya dengan nominal yang telah ditetapkan oleh investor.

Melalui transaksi autodebet ini investor tidak perlu repot-repot mentransfer secara manual untuk melakukan top up reksa dana, sehingga memudahkan bagi investor yang ingin berinvestasi reksa dana secara rutin tiap bulannya.

Yang perlu diperhatikan oleh investor adalah transaksi autodebet pada reksa dana berbeda dengan autodebet pada asuransi.

Jika suatu saat rekening tabungan Anda tidak cukup untuk melakukan autodebet, maka transaksi top up reksa dana pada bulan tersebut batal. Investornya pun tidak akan dikenakan denda ataupun pengurangan saldo investasi. Lihat jenis transaksi lainnya di sini

(da)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Finance Section