1. HOME
  2. FASHION-BIZ
FASHION

Flannel, Busana Petani yang Jadi Tren Fashion Dunia

Flannel ditemukan pada awal abad ke-16 di Wales, Amerika Serikat dengan sebutan flannelette. Saat itu busana ini digunakan para petani sebagai...

By Dian Rosalina 26 April 2016 08:32
Kemeja Flannel (grungeforfun.tumblr.com)

Money.id - Bagi para penggemar fashion, jenis kemeja yang satu ini pasti ada di dalam lemari Anda. Ya, kemeja flannel.

Selain menjadi pilihan untuk gaya formal maupun informal, busana ini cocok dipadupadankan dengan jeans, sneakers, atau sepatu boots.

Tapi, tahukah Anda sejarah panjang dari kain berbahan hangat ini? Kemeja flannel memiliki sejarah yang menarik untuk disimak.

Dikutip dari Jakcloth Online, Selasa 26 April 2016, kata flannel berasal dari bahasa Wales, yaitu gwlanen yang berarti bahan wol. Flanel ditemukan pada awal abad ke-16 di Wales, Amerika Serikat dengan sebutan flannelette.

Saat itu busana ini digunakan oleh para petani sebagai pelindung tubuh dari udara dingin dan ranting pohon. Awalnya flanel diproduksi secara tradisional dan rumahan terbuat dari benang wol.

Di abad ke-18, sejalan dengan adanya Revolusi Industri di Inggris, flannel mulai di produksi secara masal menjadi produk pabrikasi. Mengikuti perkembangan jaman, dan mempertimbangkan bahan baku yang semakin mahal, bahan wol pun mulai digantikan dengan katun, campuran sutra, dan serat sintetis.

Pada awal abad ke-20, flannel tidak hanya diproduksi untuk cuaca dingin, tapi mulai disesuaikan dengan musim-musim yang ada. Memaksimalkan pencampuran katun dan sutra, flannel kini menjadi lebih tipis dan ringan, sehingga busana tersebut juga bisa digunakan dalam cuaca hangat.

Di abad yang sama, flannel pun mulai merambah Amerika Utara. Flannel motif kotak cukup identik dengan pekerja kasar, pekerja lapangan, terutama petani, gembala, pekerja tambang, dan penebang pohon.

Daya tahan dari bahan flannel, kemudahannya untuk dicuci, dan juga kehangatannya, memungkinkan mereka bebas bergerak dan bekerja dalam jangka waktu yang lama di dalam suhu yang dingin. Nah sejak saat itulah, para penebang pohon identik dengan kemeja flannel dan sepasang sepatu boots.

Seiring berkembangnya zaman, flannel pun mulai identik dengan laki-laki dan menjadi salah satu fashion item yang paling diminati saat itu. Bahkan pada tahun 1963, salah satu band Amerika, The Beach Boys kembali membuat kemeja flannel ini terkenal, setelah mereka berpose mengenakan kemeja flanel sambil mengangkat papan luncur untuk cover album mereka, “Surfer Girl”.

Di awal 1990-an, group band asal Seattle, Nirvana (yang di motori oleh Kurt Cobain) dan Pearl Jam mempopulerkan kembali kemeja flannel dengan motif kotak-kotak. Para remaja saat itu pun mulai mengenakan flannel dengan paduan jeans, sepatu boot, atau sneakers. (dwq)

Baca Juga

(dr/dr)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Fashion-Biz Section