1. HOME
  2. DIGITAL
GOOGLE

Minta Google & YouTube Diblokir, Situs ICMI Dijahili Hacker

Diyakini bahwa pelaku dari peretasan ini adalah kelompok hacker yang menamakan diri Anonymous0536.

By Adhi 9 Juni 2016 14:53
Ilustrasi (epictimes.com)

Money.id - Belum lama ini, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) membuat banyak masyarakat tanah air terkejut. Mereka meminta pemerintah untuk segera memblokir Google dan YouTube karena dinilai menampilkan banyak konten negatif, mulai dari pornografi, perjudian, hingga paham radikal.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekjen ICMI Jafar Hafsah dalam keterangan persnya yang diterima awak media.

Ironisnya, hari ini, Kamis 9 Juni 2016, paska permintaan "aneh" tersebut ramai dibicarakan media, situs resmi ICMI dilaporkan menjadi korban peretasan hacker. Diyakini bahwa pelaku dari peretasan ini adalah kelompok hacker yang menamakan diri Anonymous0536.

"Hacking ini kemungkinan besar berhubungan dengan komentar dari salah satu pengurus ICMI untuk blokir Youtube dan Google," ujar Pakar keamanan cyber dari vaksincom, Alfons Tanujaya seperti dikutip dari laman Merdeka.com.

Apabila Anda memasukkan kata kunci 'ICMI' pada mesin pencari Google, maka akan terlihat bila tautan situs ICMI tertulis "Home - Hacked by Anonymous0536 - ICMI Official Web". Di bagian deskripsi situs ICMI, Anonymous0536 juga menuliskan kritikannya.

"ICMI Desak Pemerintah Tutup Youtube dan Google. Improve your security first, baru ngomongin blokir Google," tulis hacker Anonymous0536.

Hingga berita ini diturunkan, situs resmi ICMI yang beralamatkan di www.icmi.or.id masih belum bisa diakses, alias down. Dalam keterangannya disebutkan bahwa alamat situs tersebut, "the site owner reaching his/her bandwidth limit".

Hal itu menandakan bila situs ICMI menjadi korban serangan DDoS. DDoS sendiri adalah jenis serangan dengan mengirimkan trafik dalam jumlah besar ke server sebuah alamat situs. Tujuannya adalah membuat beban kerja sebuah alamat situs menjadi berat sehingga server mengalami down.

Baca juga:

(a/a)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Digital Section