1. HOME
  2. DIGITAL
GAME

Hati-hati dengan Pokemon Go Versi Tak Resmi, Karena Ponsel Bisa...

Pokemon Go versi tidak resmi itu diduga mengandung backdoor atau program jahat.

By Rizki Astuti 17 Juli 2016 11:28
Pokemon Go (pplware.sapo.pt/)

Money.id - Bagi pengguna smartphone Android, cenderung mudah untuk mengunduh aplikasi yang tidak tersedia di negara mereka dari sumber lain. Salah satu aplikasi yang tidak tersedia serentak di Google Play adalah game Pokemon Go.

Akibatnya banyak yang berburu aplikasi Pokemon Go dari sumber yang tak resmi. Saat ini Pokemon Go memang hanya tersedia di Google Play wilayah Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia.

Pengembang Pokemon Go, Niantic Lab, sengaja merilis produknya secara bertahap karena masih dalam taraf uji coba. Namun daya tarik Pokemon Go begitu kuat hingga mendorong orang-orang tak bertanggung jawab merilis versi tak resmi yang berbahaya.

Melansir dalam laman Ubergizmo, Jumat 15 Juli 2016, Pokemon Go versi tidak resmi itu diduga mengandung backdoor atau program jahat yang memungkinkan peretas mendapat akses ke perangkat tanpa diketahui oleh pemiliknya. Dengan mendapat akses ke perangkat, peretas akan dengan bebas mencuri, mengubah, atau menghapus file dan infomasi penting milik pengguna.

Alasan mengapa Pokemon Go liar ini tetap bisa terpasang karena pemilik perangkat mematikan fitur keamanan sistem Android yang mencegah perangkat lunak dari pihak ketiga yang belum diverifikasi dipasang. Hal itu dilakukan pemilik perangkat agar bisa segera bermain Pokemon Go meski belum tersedia di Google Play di negara mereka.

Menurut laporan, Pokemon Go versi tidak resmi ini memiliki fitur akses jarak jauh yang mengizinkan peretas untuk mengakses setiap file di sistem Android. Aplikasi game abal-abal ini kabarnya sudah dirilis 72 jam setelah Pokemon Go resmi meluncur di Google Play Selandia Baru dan Australia.

Jadi, untuk menghindari perangkat Anda terpasang backdoor, maka disarankan untuk menunggu rilis resmi Pokemon Go di Google Play Indonesia. (dwq)

Baca Juga

(ra/ra)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Digital Section