1. HOME
    2. NEWS
FINANCE

4 Alasan Mengapa Sales Properti Selalu Bilang 'Senin Harga Naik'

"Namun kadang perubahan nilai jual juga bersifat situasional. Jika..."

By Stella Maris 27 Desember 2016 19:34
Ilustrasi hunian baru (istimewa)

Money.id - Properti dikawasan potensial dan menguntungkan pasti jadi rebutan. Harga hunian pun begitu perkasa dan sulit ditawar. Tak heran, istilah 'senin harga naik' sering dikumandangkan para pemasar properti.

Bila Anda terlambat bersiaplah untuk gigit jari. Apalagi bagi konsumen yang masuk kategori first time buyer alias pembeli properti pertama kali. Perubahan harga bisa jadi menyesakkan.

Anda mungkin tengah mempersiapkan bujet, tetapi nilainya berubah saat kembali tiga atau empat bulan kemudian. Hal itu diakui oleh salah satu konsumen properti.

"Sewaktu berkunjung ke salah satu perumahan di Depok sebelum bulan puasa, harga rumah minimalis yang saya idamkan masih dibandrol Rp300 jutaan. Tapi setelah balik lagi pada akhir November, ternyata harganya sudah melonjak jadi Rp330 juta. Alasan pengembang, karena sisa unit tinggal sedikit," terang Rahayu Iswanto, ibu rumah tangga yang sedang mencari rumah baru seperti dikutip dalam rilis yang diterima Money.id, Rabu 28 Desember 2016.

Mencermati kondisi tersebut, Sales Manager Kebagusan Terrace, Stephanie Cassandra, menyebut sejumlah faktor yang mendorong pengembang melakukan koreksi harga secara cepat, yaitu:

1. Kondisi Pasar
Stephanie mengungkapkan, ternyata umumnya para pengembang melakukan perubahan harga di awal dan pertengahan tahun. "Namun kadang perubahan nilai jual juga bersifat situasional. Jika pasar sedang oke, developer menaikkan harga. Tetapi jika sedang lesu, developer tidak melakukan itu."

 

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From News Section