1. HOME
  2. FRESH
FRESH

Wow, Cacing di Gua Ini Menghasilkan Cahaya Layaknya Bintang

Hanya larva dan cacing betina dewasa yang bisa mengeluarkan cahaya kebiruan tersebut.

By Azalia Amadea 1 Desember 2016 12:10
Gua Ruakuri (dailymail.co.uk)

Money.id - Sebuah gua di Selandia Baru memancarkan cahaya biru yang berpendar sangat indah di langit-langitnya. Pancaran cahaya itu bukan berasal dari lampu namun berasal dari ratusan cacing yang tampak seperti bintang. Fenomena ini memang terbilang unik dan jarang terjadi di belahan dunia manapun.

Melansir laman dailymail.co.uk, Kamis 1 Desember 2016, sesuai dengan kemampuannya yang bisa mengeluarkan cahaya biru nan indah, cacing tersebut dinamakan Cacing Cahaya. Keindahan yang dikeluarkan cacing cahaya terekam dalam foto-foto yang diabadikan oleh seorang fotografer asal Inggris Shaun Jeffers.

Demi menangkap pemandangan romantis yang dihasilkan cacing-cacing tersebut, Jeffers rela menghabiskan antara 6-8 jam berendam dalam air dingin di Gua Ruakuri.

Cacing-cacing itu menerangi gua dengan menggantung di dinding serta di atas genangan air. Cahaya yang dikeluarkan cacing cahaya begitu cerah dan menyoroti setiap sudut gua batu kapur tersebut. 

Gua ruakuri
© 2016 money.id/dailymail.co.uk

"Cacing cahaya memancarkan cahaya berkilauan yang tidak hanya menerangi gua tapi juga menciptakan pemandangan seperti di alam mimpi," katanya.

Sayangnya, cacing cahaya bisa 'mogok' mengeluarkan cahaya jika terkena lampu kamera. Lampu kamera dapat merusak penglihatan mereka dan mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengeluarkan cahaya.

Hanya larva dan cacing betina dewasa yang bisa bersinar. Cahaya tersebut sebenarnya berfungsi untuk menarik serangga lain agar dapat dijadikan makanan. Cahaya juga digunakan untuk memancing cacing jantan untuk kawin.

Sedangkan, gua Ruakuri sendiri terletak sekitar 200 kilometer dari Auckland di North Island, Selandia Baru. Kata Ruakuri berasal dari bahasa Maori yang berarti 'sarang anjing'.

Menurut legenda Maori, gua ini ditemukan antara 400-500 tahun yang lalu oleh seorang anak muda asli suku tersebut. Saat itu dia sedang berburu burung. Namun belum sempat masuk ke dalam, dia diserang oleh seekor anjing yang menjaga pintu masuk gua. Dari situlah, nama gua tersebut berasal. (dwq)

Baca Juga

(aa/aa)

Related

Komentar

Trending Now

Recommended

What Next

More From Fresh Section